Semalam aku merasa tidak nyaman ..
ada pembahasan yang tidak menyenangkan di dalamnya.
Pembahasan yang mungkin banyak orang mengalaminya dan ini bukan hal main-main karena berhubungan dengan Agama.
Kenapa agama?
Itu hal yang sensitive sekali.
yah sensitive jadi harus teliti.
Aku pernah menyukai seorang ikhwan sholeh,
dia bernama Akmal.
dia pria sholeh dan juga cerdas,
tidak di sangka dia pun suka sama aku tapi secara garis besar kita tidak boleh pacaran jadi jika keduanya sudah siap maka harus segera menikah.
Saat itu Akmal sudah melakukan tindakan, namun sebelum dia melangkah ke arah serius kami mulai bertanya banyak hal, apapun itu, yah layaknya seperti proposal.
Awalnya semua baik-baik saja, tapi ketika kita sudah membahas banyak hal tentang visi dan misi banyak ketidak cocokan .. Terutama untuk Ibadah.
Akmal teramat senang dengan aku, dia bilang dia menyukai aku yg rajin ibadah, manis, mampu berinteraksi dengan banyak orang karena dia bilang orang yg punya banyak teman adalah orang yang menyenangkan dan dia bilang itu ada pada aku.
Lalu apa yang tidak cocok?
Ibadah?
Iya, dia dan aku beda cara pandang,
dia dan aku gak sejalan ..
Dia gak suka sama kajian aku, dia bilang kajian yang aku ikuti banyak mengandung hal yang tidak sesuai.
Setelah dia bilang seperti itu aku mulai beragumen karena aku tidak terima dia seperti menjelekkan kajian aku.
Segala sesuatunya dia bilang bid'ah, semuanya dia bilang salah padahal yang aku lakukan inshaAllah baik dan tidak sesat tapi dia begitu kerdil fikirannya sampai nge-judge seperti itu T_T ..
Kenapa sih orang-orang seperti itu klo udah bahas ini berapi-api langsung menghakimi apa lagi semua di bilang itu bid'ah ?????
Kenapa harus seperti itu ?? Padahal yang kami lakukan itu ibadah dan sesuai dengan banyak dalil serta Al-Qur'an juga sunnah2 yang lainnya.
Aku selama di pengajian aku gak pernah menjelekkan mereka, aku sedih bukan main tau hal ini :(((
Pantes aja Akmal gak pernah mau ikut aku kajian,
pantes aja kita jarang bahas masalah atau share agama padahal aku sering bgt share agama sama teman2. Padahal aku ingin nanti sama2 ke kajian seperti pasangan suami istri yang aku liat sama-sama ke Istiqlal, begitu iri aku menyaksikan itu.
Setelah kejadian itu aku dan Akmal tidak bisa melanjutkan ke arah ta'aruf ..
Dia tidak bisa membuat aku nyaman, malah membuatku merasa sangat tidak nyaman
Dia selalu mempersulit, bukan mempermudah.
Hatiku seperti tidak tenang jika aku terus berjalan dengan Akmal tapi kita berbeda pemahaman seperti ini.
Aku kajian bukan di aliran sesat, aku kajian juga banyak ilmu yang aku dapatkan, banyak kebaikan yang aku dapatkan dan aku amalkan, dan dia, dia bilang salah dan selalu salah.
Dan mulai saat ini aku selalu teliti dan berhati-hati, aku tidak ingin ada satu orangpun yg mencoba mengeluarkan aku dari hal2 yang membuat aku pulih, membuat aku sembuh, mebuat aku lebih tegar, membuat aku lebih baik.
Karena segala sesuatu yang tidak seimbang dan tidak sejalan maka akan menjadi bumerang.
ada pembahasan yang tidak menyenangkan di dalamnya.
Pembahasan yang mungkin banyak orang mengalaminya dan ini bukan hal main-main karena berhubungan dengan Agama.
Kenapa agama?
Itu hal yang sensitive sekali.
yah sensitive jadi harus teliti.
Aku pernah menyukai seorang ikhwan sholeh,
dia bernama Akmal.
dia pria sholeh dan juga cerdas,
tidak di sangka dia pun suka sama aku tapi secara garis besar kita tidak boleh pacaran jadi jika keduanya sudah siap maka harus segera menikah.
Saat itu Akmal sudah melakukan tindakan, namun sebelum dia melangkah ke arah serius kami mulai bertanya banyak hal, apapun itu, yah layaknya seperti proposal.
Awalnya semua baik-baik saja, tapi ketika kita sudah membahas banyak hal tentang visi dan misi banyak ketidak cocokan .. Terutama untuk Ibadah.
Akmal teramat senang dengan aku, dia bilang dia menyukai aku yg rajin ibadah, manis, mampu berinteraksi dengan banyak orang karena dia bilang orang yg punya banyak teman adalah orang yang menyenangkan dan dia bilang itu ada pada aku.
Lalu apa yang tidak cocok?
Ibadah?
Iya, dia dan aku beda cara pandang,
dia dan aku gak sejalan ..
Dia gak suka sama kajian aku, dia bilang kajian yang aku ikuti banyak mengandung hal yang tidak sesuai.
Setelah dia bilang seperti itu aku mulai beragumen karena aku tidak terima dia seperti menjelekkan kajian aku.
Segala sesuatunya dia bilang bid'ah, semuanya dia bilang salah padahal yang aku lakukan inshaAllah baik dan tidak sesat tapi dia begitu kerdil fikirannya sampai nge-judge seperti itu T_T ..
Kenapa sih orang-orang seperti itu klo udah bahas ini berapi-api langsung menghakimi apa lagi semua di bilang itu bid'ah ?????
Kenapa harus seperti itu ?? Padahal yang kami lakukan itu ibadah dan sesuai dengan banyak dalil serta Al-Qur'an juga sunnah2 yang lainnya.
Aku selama di pengajian aku gak pernah menjelekkan mereka, aku sedih bukan main tau hal ini :(((
Pantes aja Akmal gak pernah mau ikut aku kajian,
pantes aja kita jarang bahas masalah atau share agama padahal aku sering bgt share agama sama teman2. Padahal aku ingin nanti sama2 ke kajian seperti pasangan suami istri yang aku liat sama-sama ke Istiqlal, begitu iri aku menyaksikan itu.
Setelah kejadian itu aku dan Akmal tidak bisa melanjutkan ke arah ta'aruf ..
Dia tidak bisa membuat aku nyaman, malah membuatku merasa sangat tidak nyaman
Dia selalu mempersulit, bukan mempermudah.
Hatiku seperti tidak tenang jika aku terus berjalan dengan Akmal tapi kita berbeda pemahaman seperti ini.
Aku kajian bukan di aliran sesat, aku kajian juga banyak ilmu yang aku dapatkan, banyak kebaikan yang aku dapatkan dan aku amalkan, dan dia, dia bilang salah dan selalu salah.
Dan mulai saat ini aku selalu teliti dan berhati-hati, aku tidak ingin ada satu orangpun yg mencoba mengeluarkan aku dari hal2 yang membuat aku pulih, membuat aku sembuh, mebuat aku lebih tegar, membuat aku lebih baik.
Karena segala sesuatu yang tidak seimbang dan tidak sejalan maka akan menjadi bumerang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar