Selamat Pagi sayang,
Itu adalah tulisan yang sering
aku baca pada layar ponselku setiap paginya. Senang yang cukup sederhana bukan,
karena aku sangat menyukai dengan setiap sapaan di pagi hari.
Eh, tapi tunggu sebentar, yang
sering memberikan sapaan pada pagi hari ini bukan dari kekasihku, tapi siapa?
Bukan kekasih tapi sapaan pagi itu bisa membuatku senang. :D .. Baiklah akan
aku jawab, dia adalah temanku, teman yang aku kenal 5 tahun yang lalu.
“Wah-wah, sama teman tapi sudah merasa special seperti itu, hati-hati
lho Rhie” he .. hey kamu, tenang saja, sapaan itu hanya aku baca dari munchen
screen teman aku (Tia, dia bekerja di
BUMN sebagai senior financial), dia itu kekasih dari pria yang aku maksud
itu, yah panggil saja dia Didi (pria sabar
yang perawakan seperti model , memiliki wajah yang manis sekali dan bekerja di
perusahaan swasta). Melihat perkembangan mereka sangatlah menarik, dari
hal-hal apapun, jika tidak menarik untuk apa juga aku menulis ini.
Percakapan pertama dimulai ketika
aku bertemu dengan Didi. “hy Rhie, apa kabar? Sudah satu tahun kita tidak
bertemu semakin manis saja kamu dengan hijabmu”. Pertemuan yang sangat menggombalkan,
entah kenapa yang namanya Didi itu paling bisa membuat banyak senyum para
wanita J J J “Baik Di, terimakasih, kamu ini selalu deh he
.. ” jawabku.
Kita berbincang cukup lama,
sepertinya hampir dua jam selebihnya aku temani ia untuk shopping heu. Saat itu
dia banyak bercerita tentang Tya. Prasetya (Tya) sangat beruntung sekali bila
akhirnya jadi bersanding dengan seorang Didi. Aku tahu sekali tentang Didi, dia
adalah pria yang amat menghargai serta menghormati wanita, dia baik luar biasa,
penuh kejutan, penyabar, dan ekhem, dia
rajin sekali ibadahnya J
Aku sedang bersama Didi
mengantarkannya membelikan sesuatu untuk Tya, seharian tidak terasa bersama
Didi, senang sekali melihat pria yang sedang sibuk memilih ini itu untuk
kekasihnya yang akan pulang dari luar kota selama 1 bulan. Rasa sayang Didi
terhadap Tya begitu besar, aku bisa merasakannya. Eh tunggu dulu, Didi juga
cukup beruntung mendapatkan Tya, walau Tya tidak secantik para wanita yang
sempat dekat dengan Didi tapi Didi cukup beruntung juga bisa dengan Tya. Tya
lebih sholeh dari wanita-wanita itu, Tya lebih setia, Tya lebih perduli dan
sangat menyangi Didi, Tya rajin, Muslimah dan itu adalah cantik yang
sesungguhnya.
Kalian sangat membuatku iri,
kalian berdua sama-sama saling menjaga sampai kalian di halalkan, so sweet
sekali….., menjaga, tanpa “tersentuh” :”), aku suka itu.
“Rhie, kira-kira Tya suka gak yah sama yang aku siapkan ini? Entah
kenapa setiap harinya semakin aku menyanginya semakin juga aku takut
kehilangannya” . Didi bertanya
kepadaku. “Hello Didi, hanya wanita bodoh yang tidak menyukai ini, hanya wanita bodoh
yang menyia-nyiakan semua yang telah kamu lakukan, jujur sekali aku sangat
senang dengan banyak kejutan yang kamu lakukan untuk Tya, kamu jangan khawatir
yah” . Ayo kita lanjut shoppingnya, belum semua di dapat kan J.
After kami shopping mencari
barang-barang untuk Tya Didi berkata,
“Rhie terima kasih, maaf aku telah memakai banyak waktumu didalam
kesibukkanmu, seharunya hari ini kamu sedang istirahat atau sedang berkumpul
dengan orang-orang tersayang tapi kamu malah menemani aku seharian,maaf yah,
karena selama ini teman-teman aku yang wanita tidak seeprti kamu yang banyak
mengerti, sebagai ucapan terimakasih kamu boleh ikut shopping juga, terserah
kamu mau apa”
WOW, Didi oh Didi km benar-benar
idola setiap wanita, bersyukurnya juga kamu akan bersanding dengan Tya, Tya
yang tidak memanfaatkan apa yang kamu miliki.
Lalu aku menjawab “Aku ikhlas menemani kamu seharian, kamu gak
usah kasih imbalan apa-apa, aku cukup senang melihat proses kalian, aku cukup senang dengan
usaha kalian, kalian saling melengkapi J”
Terkadang aku juga ingin
memiliki calon pasangan seperti kamu, setiap kamu sibuk dengan apa-apa untuk
Tya sering sekali dalam hati aku berkata “ingin calonku kelak sepertimu”, tapi
itu mungkin hanya keinginan, wanita mana coba yang tidak senang dengan banyak
kejutan yang di berikan oleh terkasihnya, yang memiliki rasa sabar yang besar,
jujur serta bertanggung jawab. Kamu romantis sekali Di, pantas saja Tya pun
menggilaimu.
Didi seperti Ka Didit, kamu
mengingatkan aku dengan pria galak tapi perhatian luar biasa yang aku kenal he
.. Kalian sama-sama bisa membuat wanita di mabuk kepayang hahahhaa. (Ka Didit
itu tmn yg aku anggap sebagai kaka yang gak mungkin bisa dipacarin heuheu). Mungkin
akunya yang terbiasa di jadikan ratu jadinya gini deh, sering rindu sama
hal-hal seperti ini, rindu sapaan setiap paginya, rindu di telepon setiap
harinya, rindu jalan-jalan, diskusi, belajar, candle light dinner xixixixixixi,
aku rindu ,,, :”)
Aku jadi teringat akan seorang
pria yang mengatakan “Rhie, kenapa kamu
tidak ingin punya pacar untuk sekarang-sekarang? Bukan kah enak punya pacar,
tiap harinya ada yang memberi perhatian khusus, ada yang perduli lebih, ada
yang teleponin tiap harinya, ada yang mengajak jalan-jalan tiap minggunya,
bukan kah yang demikian itu asik?”.
Dan kemudian aku menjawab “Aku hanya
tidak suka dengan dengan ikatan “in a relationship “ yang status aku sama orang
itu bukan suami istri, sekarang aku mulai menata hati dan memperbaiki diri
sampai akhirnya kelak aku memiliki suami yang lebih asik jika nantinya kan :D,
untuk masalah adanya perhatian lebih Alhamdulillah aku sudah banyak yang
memberi perhatian ko xixixiixix :p walau tidak tiap harinya tapi aku merasa
cukup. Iya, kamu juga tidak salah ko, memang benar jika yang namanya
mendapatkan hal-hal seperti perhatian lebih, sering di ajak jalan-jalan
pastinya sangat mengasyikan, apa lagi untuk aku yang senang dengan hal semacam
itu he .. Cuma, nanti ketika aku sudah ada calon suami, dan aku juga inginnya
saat kita jalan2 nanti sekalian aku hunting untuk persiapan pernikahan kami dan
selebihnya aku ingin menjelajah banyak keindahan diluar sana bersamanya kelak ketika
kami sudah halal, ahiy … he .. “
Balik lagi ke perbincangan
pertama tentang Didi dan Tya.
Baiklah, aku sangat senang dengan
semua cerita kalian, untuk Didi kamu sangat luar biasa, kamu juga ingin
menikahi Tya bukan karena nafsu cintamu yang membara, bukan karena ingin halal
agar kau bisa sesukamu untuk menyentuh, menggenggam, mengecup dan semua yang
harus dijaga, tapi kamu ingin menikahi Tya karena Allah, karena ibadah, dan
karena kamu ingin melindungi wanita manis itu, kamu ingin menjadi imam yang
baik dan ingin menjaganya serta menyanginya sepenuh hatimu. Semoga semua
berjalan dengan baik. Kalian merasa senang akupun demikian. Oh iya, satu lagi,
Tya mengatakan kepadaku klo km belum pernah membuatnya marah besar, kamu adalah
pangeran sabar yang pernah ia temui, aciyee Didi J
J J he .. Tapi iya lho
Tya, Didi itu paling juara, ke aku sama temen-temen aja baiknya luar biasa,
meghormati perempuan sekali, apalagi ke kamu, pasti SPECIAL :*
Baiklah, semoga bertambah
berbahagia kalian,
Love,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar