Cari Blog Ini

Arsip Blog

Daftar Blog Saya

Senin, 28 Oktober 2013

Sholehah :_)

Sudah hari minggu, seperti biasanya pada hari minggu pagi aku pergi untuk mengikuti kajian di Masjid Istiqlal atau kajian-kajian di masjid-masjid lain selain Istiqlal, tapi untuk minggu ini giiran agenda di masjid Istiqlal. Yah, ini adalah rutinitas yang sangat aku tunggu, hari minggu pagi datang ke majelis ta'lim dan berkumpul dengan orang-orang shaleh :))
Untuk minggu ini aku berangkat sendiri, karena beberapa teman-teman yang biasanya ikut sedang serempak tidak ikut karena alasan kesibukan mereka masing-masing. Hufhfhfh, berangkat sendirian yah Ma? Fufufufufu. Tak apalah yang pasti dengan aku berangkat sendiri tidak mengendurkan semangatku untuk mencari Ilmu dijalan Allah, tahukah kamu, bahwa setiap langkah kemana kita akan pergi mengejar kebaikan itu mengandung pahala, walau jauh tak mengapa, jika kita sudah tau itu pahala pastilah semangat. So, Semangaaaattttt!!!!!!!
hahahhaha.

Masya Allah, perjalan kali ini dengan busway berasa di oper-oper karena ada sesuatu. aduuuh, aku mulai geram rasanya ingin marah. Ayo Rma, tarik nafas, istighfar, masa mau ke pengajian hati kotor sih... Astaghfirullahal'adzim....

Okay, aku ikuti kemanapun kamu melaju hai busway, asal aku bisa sampai dengan selamat ke tempat tujuan, mari melajuuuu.

Setelah transit di shelter PGC biasanya aku langsung melanjut sampai shelter Juanda dan itu persis di depan pintu Istiqlal, tapi karena ada kendala akhirnya kami harus diturunkan sebelum shelter Juanda yaitu di shelter Kampung Melayu.

Perjalanan menuju Kampung Melayu aku menemui seorang wanita Muslimah yang mengenakan pakaian Syar'i dengan tas ransel yang menurut aku dia membawa bawaan yang lumayan banyak di dalamnya he.. dan yang membuat aku memperhatikannya, adalah wanita itu tidak mengenakan sandal atau sepatu!!! dia hanya menggunakan kaos kaki sebagai alasnya.
Kemudian aku iseng bertanya kepada wanita itu "Mba, kok gak pakai sendal atau sepatu???" kemudian ia menjawab "Iya, sandal aku rusak, padahal itu baru dan jarang aku pakai". "Waduh kasian sekali, pasti itu masih terasa panas walau Mba sudah menggunakan kaos kaki, nanti jika udah sampai di tempat tujuan langsung saja membeli sandal".
Percakapan kami hanya seperti itu saja, ketika sampai di shelter menuju Juanda kami bertemu kembali, dengan posisi sama-sama berdiri yang pada saat itu busway sangat penuh sekali. 
Saat bertemu kembali aku iseng tanya langi "Eh ketemu lagi, Mba mau kemana?" "aku mau ke Juanda". "Wah sama dong, aku juga turun disana". 

Alhamdulillah,,,,,,,, sampai juga di Istiqlal, rasa senang dan syukur aku ucapkan karena lelah perjalanan berasa karena hasil oper-oper busway yang aku juga sempat berdiri lama hiks.

Aku dan wanita itu sama-sama menyebrang dan aku tanya lagi "Mba mau ke Istiqlal juga?".Kemudian ia menjawab "Iya". "Wah, knp gak bilang dari tadi klo ternyata tujuan kita sama, sama-sama mau mengikuti kajian ahad, aku fikir mba cuma transit aja di Juanda he .., kalau begitu barengan sama aku saja, nanti di dalam ada koperasi, nanti selesai ta'lim aku antar kesana". Kemudian ia menjawab "Iya, terimakasih".

Di dalam masjid sebelum kajian dimulai kami berbincang-bincang perkenalan, menanyakan tempat tinggal, kerja dimana, sudah dari kapan ikut kajian ahad sampai langsung share Agama juga buku-buku lho,,,,
Wanita yang aku temui ini ternyata penuh dengan ilmu Agama, juga tahu banyak tentang buku-buku.
Pada saat itu diapun membawa buku Ustadz Yusuf Mansur yang berjudul "Kado untuk panjang umur". 
Aku sempet tertarik karena buku itu belum pernah aku baca. Aduh Rma ini, kalau ada buku seperti melihat makanan enak yang ini rasanya langsung di lahap (ucapku dalam hati) hahahaha.
Pada saat aku baca-baca buku itu sebentar, ia kemudian berkata "Kamu mau baca, bawa saja buku ini"
"apa? (aku tersentak)". Kemudian aku menambahkan "Mba, kita baru aja kenal, kenapa bisa langsung  mau meminjamkan buku ini, Mba gak khawatir aku ini orangnya jahat? kan Mba belum tau, Mba juga gak takut klo buku ini gak akan aku kembalikan, karena siapa tau kita ketemu di pertemuan ini aja, klo pas ahas-ahad berikutnya kita gak ketemu lagi gimana?". Kemudian ia berkata "InsyaAllah aku tidak takut, kita sudah kenal dan menjadi teman, aku juga masih ada buku bacaan yang lain jadi buku ini kamu duluan saja yang baca". (kemudian ia tersenyum dan memberikan buku itu kepadaku).
Kok aku merasa amazing gitu yah saat dia berkata seperti itu, saat detik itu juga aku kagum dengan teman baruku itu, Rasa senang yang aku rasakan, aku bertemu dengan seseorang di tempat yang baik dan semua sudah diatur oleh-Mu.
Aku merasa senang ketika mengenal wanita itu, dia banyak tahu tentang agama dan ia juga sudah hafal beberapa Juz Al-Qur'an.. Subhanallah :").
Oh iya, wanita itu dipanggil "Sul" yang nama aslinya "Sholehah". Nama yang indah sesuai dengan kepribadiannya yang memiliki akhlak yang sholeh.

Setelah kajian selesai kami langsung menuju koperai untuk membeli sandal. Aku sedang shaum saat itu jadi gak bisa makan siang sama-sama di kantin Istiqlal, jadinya dia juga gak jadi makan siang padahal aku sudah mempersilahkan agar ia makan siang dan aku akan menemaninya walau aku sedang shaum.
Karena tidak jadi makan siang akhirnya kami memutuskan untuk sama-sama pulang dan saling berjanji "Nanti kita bertemu kembali di minggu ke-2 yah, InsyaAllah, senang betemu denganmu"

Sudah sampai di Minggu ke-2 nih, agenda kajian di masjid Istiqlal. Untuk minggu ke-2 juga aku datang dari rumah sendiri lagi karena teman-teman yang biasanya hadir sedang ada urusan dengan kesibukan masing-masing. Tapi seperti biasa juga, itu takkan mengendurkan semangatku untuk pergi ke Majelis Ta'lim :)), karena setiba aku di Jakarta aku sudah ada teman-teman disana terutama teman baru aku itu, dan untuk minggu ini ada teman aku Teza perdana mau ikut dan Teza juga kenal dan di pertemukan di tempat yang baik juga untuk sama-sama menggali ilmu Agama, Alhamdulillah :). 

Teza dan Mba Sul sudah sampai lebih awal. Saat itu teza dan Mba Sul belum saling mengenal dan akhirnya aku kenalkan mereka. Kami bertiga di Masjid sampai selesai kajian Mba Sul tidak ikut kami makan siang karena ia ada keperluan, akhirnya aku dan Teza makan siang sambil berbincang-bincang.

Komunikasi aku dengan dua orang teman baruku itu cukup intens, walau hanya dari BBM, twitter atau sms. Aku merasakan bahwa aku, Mba Sul dan Teza sangat ingin bertemu kembali di kajian agama selanjutnya. 
Oh iya, aku sekarang mulai ikut kajian Agama di Masjid Al-Araf Wali Songo Senen-Kwitang lho,,,, aku di ajak Mba Sul, karena Mba Sul sering kajian disana.
Perdana aku ikut kajian di Masjid Al-Araf yang bisa aku  ucapkan adalah "Subhanalloh" aku suka disini, materiyang disampaikan bagus, ringan, gak keras. Aku suka.. Walau masjid ini tidak seberapa luas tapi aku merasa nyaman disini. 
Eh tau gak, saat disana banyak hal-hal yang aku temui, dari mulai banyaknya para akhwat-akhwat yang berpenampilan syar'i serta ada beberapa Ibu-ibu yang semangat sekali ikut kajian ini dengan memperhatikan, mencatat, serta bertanya saat kajian berlansung. Oh aku malu pada diriku sendiri, aku banyak sekali merasakan malas jika ikut-ikut majelis ta'lim, tapi disini, ibu-ibu yang sudah berumurtetpa memiliki semangat yang besar, belum lagi diantara mereka ada yang menulis dengan bahasa arab padahal ustadz bertausiyah atau menerangkan materi kajian dengan Bahasa Indonesia. Ckckckkckck, aku kagum :)))

Ya Allah, aku sangat bersyukur sekali di pertemukan dengan Mba Sul, entah kenapa aku baru kenal sudah mulai merasa nyaman di dalam hati, Mba Sul baik, dia seperti sosok temanku dulu yang bernama Lia yang sekarang aku tidak tau keberadaannya. Lia dan Mba Sul adalah Wanita yang aku lihat "tidak pernah marah" sama sekali. jangankan marah, ngedumel, menggerutu saja jarang aku lihat. Jika mereka kesal biasanya dengan tanggapan yang menurut aku seperti tidak marah. belum lagi Mba Sul sangat pengertian dan ngertiin dan selalu menjaga perasaan orang lain agar tidak marah.
Aku merasakan aura yang besar, aura kebaikan di Mba Sul, ia rajin beribadah, ia seorang muslimah yang taat.


Pada hari minggu tanggal 20 Oktober 2013 ada kajian di Masjid Al-Araf Wali Songo, hari itu adalah hari yang aku nantikan dan aku sedihkan. Karena apa??? Karena hari itu adalah hari terakhir aku dapat bertemu dengan Mba Sul :(
:( :( :( :( :( :( :( 

Mba Sul berkata kalau dia harus pulang ke kampungnya untuk penyembuhan, Mba Sul sakit Ya Allah,,,, T_T 
Semakin hari kondisi tubuhnya seperti menurun, dia lebih terlihat kurus dari biasanya,,,, tapi itu tidak mengurangi raut keikhlasana hatinya, dia tetap bersinar dimataku.
Saat perbincangan terakhir bersamanya aku memaksa agar ia jangan pergi, aku minta agar ia tetap di Jakarta dan melakukan penyembuhan disini saja, tapi dia tetap tidak bisa ada di sini, ia diminta pulang ke kampung halamannya untuk istirahat. Baiklah Mba, jika itu yang terbaik aku akan mendukung dan mendoakanmu, aku sangat sedih karena pertemuan kita sangat singkat, aku sangat sedih karena masih banyak ilmu yang belum aku dapat, akupun belum sempat membalas semua kebiakan Mba Sul yang memberikan banyak buku bacaan kepadaku yang buku bacaan itu adalah buku-buka yang sangat aku inginkan, atas semua kebaikan Allah keinginanku pun terkabul melalu Mba Sul, alhamdulillah.

Mba Sul, maaf aku membuat pertemuan terakhir kita menjadi lautan haru sampai aku tidak bisa menahan air mataku. Aku sangant ingin memelukmu erat, saat aku menangis kamu hanya bisa berkata "Rma jangan menangis, aku gak nangis lho, sudah yah jangan menangis"..... Ya Tuhan, saat Mba Sul meredakan aku kenapa air mataku semakin deras, aku benar-benar seperti akan kehilangan teman terbaikku teman muslimahku. :(
Mba Sul, walau kita belum kenal lama tapi aku merasakan kedekatan yang luar biasa, kepergianmu ke kampung halaman membuat aku selalu rindu, Allah mempertemukan kita, seperti yang kamu bilang, ada pertemuan ada perpisahan. 

Mba Sul yang baik hati, semoga kita berjodoh dan di pertemukan kembali oleh Allah, memang ini sudah di atur oleh Allah, dengan perpisahan ini akan memberikan banyak makna betapa berharganya saat bersama. Aku yakin, perpisahan ini bukan berarti kita tidak bisa bertemu kembali, dengan perpisahan ini akan membuat kita semakin akrab jika bertemu kembali. Jika kita saling mendo'akan semua akan kuat, seperti jiwa dan raga terpisah dalam ruang dan waktu tetapi kuat do'a akan tetap hidup samapi akhir waktu.

Jaga kondisi kesehatanmu, semoga Mba lekas sembuh, Mba harus sehat, haruss!!!! Obat-obatnya diminum yah biar Mba gak semakin kurus. Yang sabar sama sakitnya karena Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).

Teruslah menjadi mentari untuk sekitarmu, semoga bertambah sholehah seperti indahnya namamu, aku disini selalu mendo'a kan yang terbaik, salam utnuk keluarga besarmu, jangan kecapean, makan yang banyak, istirahat yang cukup.

ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA’ SA ISYFI ANTASYSYAFI ILLA'A LA SYIFAUKA SYIFA’ AN LA YUGHODIRU SAQOMA .

“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhori Muslim).


Ucap rasa syukurku kepada Allah yang telah mempertemukan aku dengan seorang akhwat yang sangat baik hati, dia teman, dia saudara sekaligus dia adalah guru untukku. Semoga lekas sembuh ukhti. Mengenalmu menambah pengetahuan untukku. Do'a kan aku juga yah, mendengar do'a mu saat pertemuan kita terakhir membuat hujan dimataku, membuat aku sulit berkata-kata selain ucap aaamiiin aamiiiin ya rabbal alamiiin.



Terima kasih Mba Sul,
:_)









1 komentar: