Hatiku sering merasa indah, hatikupun sering merasa tidak terletak pada jiwaku karena hatiku selalu ada di dalam gravitasi angan serta bayangmu.
Seperti Gravitasi,
aku pernah berlari, berjalan, maju, mundur, jatuh, melayang dan mengejar, itulah hatiku yang akan selalu utuh dengan apa adanya, karena hati tidak akan pernah berdusta.
Hatiku pasti menyatu dengan jiwaku,
Jiwaku,,,, ia pernah terbang, melayang, dan terombang-ambing di dalam kedamaian,
Degupku, degupku yang akan selalu mendengar detakmu walau dari kejauhan, karena dengan degup yang kurasa engkau akan selalu dekat, dekat yang akan membawaku kedalam rindu, rindu yang aku simpan di balik air mata pada malam hari yang tersimpan banyak kata dan do'a yang tidak terhenti dilidahku.
Love,
Rima Windi Lestari
Seperti Gravitasi,
aku pernah berlari, berjalan, maju, mundur, jatuh, melayang dan mengejar, itulah hatiku yang akan selalu utuh dengan apa adanya, karena hati tidak akan pernah berdusta.
Hatiku pasti menyatu dengan jiwaku,
Jiwaku,,,, ia pernah terbang, melayang, dan terombang-ambing di dalam kedamaian,
Degupku, degupku yang akan selalu mendengar detakmu walau dari kejauhan, karena dengan degup yang kurasa engkau akan selalu dekat, dekat yang akan membawaku kedalam rindu, rindu yang aku simpan di balik air mata pada malam hari yang tersimpan banyak kata dan do'a yang tidak terhenti dilidahku.
Love,
Rima Windi Lestari
Sering mendengar detakmu.
Mereka berbicara dengan bahasa yang tak dipahami kepalaku
Rinduku
Pernah mengusap air matamu
Memeluk kosong yang bertengger di detikmu
Hingga gema perpisahan meledak di telingaku