Cari Blog Ini

Arsip Blog

Daftar Blog Saya

Kamis, 18 Oktober 2012

Tidak mengapa, dan terus berjuang :)

Tidak mengapalah yang terjadi, 
tidak apalah semua ini, toh ini sudah biasa terjadikan Ma???

He ... ucapan dan kata-kata dari seorang teman tentang apa yang terjadi :) :) :) 
Teman yang tidak menghakimi itu the best yah, apalagi jika kita share dengan mereka orang-orang penuh rasa syukur kepada ALLAH sampai aku sering merasa cemburu kepada mereka yang hatinya penuhi oleh ALLAH :_)

Lagi-lagi aku pun sering merasa haru, ketika sahabatku Azizah memberikan nasihat yang benar2 membangun ketika share atau pada tiap malamnya.

Banyak juga kata dan do'a yang mengingatkan bahwa ALLAH adalah satu-satunya tempat bersandar, satu-satunya penolong dan pelindung. Aku sering merenung, sering bersedih karena ini, bersedih karena aku sering sekali lalai :( ..
ALLAH begitu baik, Maha baik, tapi aku sering terlalu lama untuk menunda untuk berlari kearah-NYA. ALLAHUAKBAR ,, 

Berusahalah, walau kamu merasa lelah janganlah kamu berhenti, "Dan, sungguh akan kami beri cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah 155)






Membangun cinta

Senang rasanya ketika membangun cinta untuk saling memberi dan menerima. Tapi masih banyak orang yang tidak memilik keberanian untuk menahan ambisi, melawan rasa emosi yang ada di dalam hati. Padahal untuk menahan semuanya kita bisa dapat membuat hati menjadi murni, tetap menjadi rahmat agar menjadi hadiah bukan musibah agar cinta terasa indah.

Cinta merupakan salah satu ciptaan ALLAH yang sangat dahsyat bukan?? :) :) :)
Ada bait kata indah yang di dituliskan oleh Jalaluddin Rumi yang menjadikan puisi panjang tentang cinta
yang mengubah diri jadi mawar
yang mengubah cuka jadi anggur
yang mengubah marah jadi ramah.

Sesaat mengingat kata-kata dari penulis cerdas, ada yang lebih dahsyat dari kata jatuh cinta, yaitu membangun cinta! Menjadikan cinta bukan sekedar kata benda, merupakan kata kerja, yaitu "mencintai"

Sayangnya tidak semua mengembalikan cinta pada Sang Pencipta, tidak semua memasrahkan cinta pada Sang Pencipta, mengaku cinta namun tidak banyak yang memahami kata "TULUS"... Karena cinta bukan hanya di tunggu tetapi di upayakan.

Sesaat mencoba meresapi, benarkan cinta dan benci itu berbeda sangat tipis???
Karena Nabi Muhammad saw menasehatkan
"Cintailah kekasihmu dengan sederhana, boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu ketika. Dan bencilah orang yang engkau benci dengan sederhana, boleh jadi engkau akan mengasihinya suatu ketika." (HR. At-Turmuzi)

Kucoba kecap lagi kekata Imam Syafi'i.
"aku mencintai orang-orang shalih"
Begitu katanya, di iringin titik air mata...
"meski aku bukan bagian dari mereka"
"dan aku membenci para pemaksiat-NYA, meski aku tak berbeda dengan mereka."

Ya ALLAH, tak berdayanya manusia bila tanpa-MU.

Luar biasanya ukhuwah, yang bersandar pada cinta yang membangun,
karena tiap orang beriman tetaplah rembulan yang memiliki sisi kelam, yang tak pernah ingin ditampakkannya  pada siapapun. Maka cukuplah bagiku memandang sang bulan, pada sisi cantik yang menghadap ke bumi..
tanpa melenyapkan semangat menikmati taubat, dan menikmati hangatnya nasehat.

#inspiredbycatatandiaeka
#hadist:)