Cari Blog Ini

Arsip Blog

Daftar Blog Saya

Senin, 23 Agustus 2010

Persahabatan dan Logika yg jernih

Ketertarikan gila saat pertama cinta ditemukan, memang mudah menyatukan dua pribadi yang sangat berbeda untuk berjanji setia sepanjang hidup.

Hanya saja, panjangnya hidup yang dilihat oleh mata yang mabuk cinta, bisa jadi sangat pendek.

Itu sebabnya cinta saja tidak cukup.
...
PERSAHABATAN dan LOGIKA YANG JERNIH antara dua jiwa itulah yang memanjangkan cinta mereka menjadi kebersamaan yang membahagiakan.

Mario Teguh

Selasa, 10 Agustus 2010

Marhaban Ya Ramadhan ..


marhaban ya ramadhan….
termenung ku sejenak
mengingat akan keselahanku yang lampau
maafku terucap dari hati yang paling dalam..
maafin ya… smua kesalahanku.

Setetes Embun di Pagi hari
Jatuh di atas Bunga Melati
Inilah waktunya untuk perbaiki diri
Di Bulan yang suci ini

Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga kita semua bisa diberkahi oleh Bulan yang mahrifah ini . .Amiin ..

Selasa, 03 Agustus 2010

Not so Bad !


Astagfirullahal'adzim ..

Ya Allah ..

aku sedih sekali ..

Kata-kata yang membuat aku sakit ..
Sakit sekali ..

why is he always judge me dengan apa yang dy kira ..

He never understood and to understand .. All he did was also why always like that, without any confirmation is always just take their own conclusions.

a very nice month .. Very .. fun.
Where lately felt bad.
Sadness and melancholy that always accompany.

I can pretend when there in their midst, but what do you know I'm broken ..

I felt no one cared.
I know you care, you are also concerned because I was out of circulation just you guys looking for me. I'm very grateful and i will always say it, but I was very so hard.





Aku, kamu dan semua Harus "menyempurnakan Separuh Agama"


Waktu terus berlalu, Cepat sekali ya .. Sampai setiap kali bertemu dengan para orang dan keluarga pasti mereka selalu bertanya hal itu ..

Pasti kalian tau lah dan mungkin kalian pun mengalami hal sama seperti aku .. Hemmmm kalian pasti sudah bisa menebak na sendiri .. Ya,, betul sekali .. Aku hanya minta do'a dari kalian saja .. AKu tau, kalian semua sayang kepadaku dan selalu mendo'akan aku .. "Terima kasih".

insyaAllah, akan kutunaikan itu, dan pasti jika waktu na tiba akan ku beri tau. Betapa tak terasa waktu berlalu. Usiaku juga sudah beranjak dari satu angka ke angka lain. Katamu, aku sudah dewasa. Sudah tak pantas lagi merengek. Aku harus tegar, harus siap menghadapi belantara hidup yang kau sudah lalui lebih dahulu. Tapi, sungguh, aku terkejut saat orang yang jarang bertanya masalah ini tiba-tiba bertanya, “Kapankah kau akan menyempurnakan setengah agamamu?”

Apa yang sulit ya sebenar na ?? Padahal tidak ada yang sulit sama sekali, mungkin karena belum saat na, jadi seperti ini. Ya Allah, jika aku bertemu dengan jodohku aku mohon semoga jodoh ku ini benar2 anugerah untukku. Kalaupun itu anugerah, ia harus menjadi pintu syukur, bukan? Tuhan selalu Mahaadil. Jika bersyukur, nikmat itu semakin berlimpah. Jika lupa bersyukur, sungguh Dia akan murka.

Aku jadi ingat ada yang memberi tahuku, “Bukan paras, kecantikan atau ketampanan na yang membuat bahagia, tapi akhlaknya.” Maka wajarlah jika aku selalu ingat petuah yang menyitir sabda Nabi, “Kalau kau ingin menikah lihatlah empat hal: harta bendanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, maka kamu akan beruntung.” Kalau ada keempat-empatnya, siapa yang berani menolak?

Jodoh, Rezeki, dan kematian telah ditetapkan. Pena-pena telah diangkat dan tinta telah mengering. Yang dibutuhkan manusia adalah jalan menuju keduanya: jalan terbaik. Memilih jodoh dengan jalan yang baik, yang direstui –bukan hanya oleh orangtua, tapi juga oleh Tuhan.


Ya Allah ..

Kuatkanlah hati dan perasaanku ..

aku mohon pada-Mu ..

Maaf atas segala khilafku ..

Ya Allah, begitu indahnya saat gerbang pernikahan itu akan aku lalui, karena aku merasa aku akan menyempurnakan separuh agama ku.

Apa yang terjadi padaku saat ini Ya Allah ..

Jika memang kualami duka, kuatkan hati ini menerimanya ..

I wrote this when I'm remembering things that make me think about many things especially about this. When I feel like to lose, lose what is in want. Only a small conscience who can make me calm and positive thinking.

-Rhiema-




Memelihara Separuhnya


Salah satu bagian dari syariat di dalam Islam yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya adalah pernikahan antar seorang lelaki dengan wanita.

Sebagaimana kita ketahui, ada banyak ketentuan syariat yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim seperti shalat, puasa, zakat,haji, perekonomian, perang dan sebagainya. Disamping masalah syariat yang berkaitan erat dengan hukum, masih ada lagi hal-hal yang berkaitan dengan akhlak yang rinciannya juga cukup banyak, baik dalam kaitan dengan hubungan kepada Allah swt maupun dengan sesama makhluk-Nya.

Semua ini memang diatur di dalam agama kita, yaitu Islam. Namun dalam konteks ajaran Islam, ada satu hadits yang penting untuk kita kaji, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَزَوَّجَ أَحْرَرَ نِصْفَ دِيْنِهِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى النِّصْفِ اْلآخَرِ

Barangsiapa kawin (beristeri), maka dia melindungi (menguasai) separuh agamanya, karena itu hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi (HR. Hakim)

Dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda:

مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى النِّصْفِ اْلبَاقِى

Barangsiapa kawin (beristeri), maka dia menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separuh sisanya (HR. Thabrani)

Hadits ini menjadi amat penting untuk kita kaji karena Rasulullah saw menyebutkan nikah itu sebagai setengah agama. Tentu kita tidak bisa menafsirkan hadits di atas dengan mengatakan “bila kita sudah melangsungkan aqad nikah, maka berarti separuh urusan Islam sudah kita amalkan”.

Hal ini karena kita yakin, yang menjadi persoalan bukanlah semata-mata aqad nikah atau ijab qabulnya yang pengucapannya bisa diselesaikan dalam waktu satu menit bahkan kurang dari itu, tapi konsekuensi apa yang akan terjadi dan harus dilaksanakan oleh kedua belah pihak.

Sudut Pandang

Paling tidak ada beberapa sudut pandang untuk menjawab pertanyaan mengapa pernikahan itu dinyatakan sebagai setengah dari agama. Pertama, ajaran Islam terdiri dari aqidah, syariah dan akhlak, karenanya pernikahan amat terkait dengan tiga hal ini. Pernikahan erat kaitannya dengan aqidah yang merupakan bukti keberadaan dan kebesaran Allah swt sebagai Tuhan yang benar, karena itu orang yang sudah menikah atau berumah tangga seharusnya memiliki iman yang semakin kokoh, karena ia sudah merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah swt melalui hubungan suami isteri, apalagi sampai melahirkan anak yang merupakan anugerah sekaligus amanah dari Allah swt.


Hal ini dinyatakan dalam firman-Nya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar Rum [30]:21).

Bahkan oleh Allah swt, nikah itu merupakan suatu perjanjian yang amat kuat yang diistilahkan dengan miytsaqan ghaliyzha dan penyebutan ini adalah sama dengan penyebutan pernjanjian para Nabi kepada Allah swt dalam mengemban amanah perjuangan, karenanya pernikahan seharusnya membuat seorang muslim semakin kuat ikatannya kepada Allah swt.

Dalam konteks syariah, pernikahan merupakan pelaksanaan dari syariat dan perjalanan kehidupan rumah tangga selanjutnya juga amat terkait dengan ketentuan-ketentuan Allah swt, mulai dari kepada siapa nikah dibolehkan dan tidak dibolehkan, keharusan menafkahi bagi suami dan bapak, keharusan mentaati suami bagi sang isteri dalam kebenaran dan berbagai ketentuan yang amat banyak dalam kehidupan rumah tangga sampai masalah yang berkaitan dengan harta keluarga hingga ketentuan dan segala konsekuensi yang berkaitan dengan perceraian.


Begitu juga dengan akhlak yang harus ditunjukkan dengan baik antar suami dengan isteri, orang tua dengan anak dan anak dengan orang tuanya. Keharusan kita untuk berakhlak yang baik harus dimulai dari rumah kita sendiri, karenanya bagaimana mungkin seseorang bisa berakhlak baik kepada orang lain bila kepada anggota keluarganya saja ia tidak berlaku baik.

Kedua, penguatan pribadi, hal ini karena keluarga adalah sebuah arena efektif yang dapat menumbuhkan keseimbangan rohani dan jasmani, individu dan sosial yang dari sini seharusnya bisa membuahkan kekuatan kepribadian. Yang harus dilakukan keluarga muslim adalah merealisasikan konsep pembentukan manusia berkualitas yang berkepribadian dalam posisinya sebagai makhluk sosial.



Ketiga, kedudukan nikah yang amat penting dan ia amat terkait dengan nilai-nilai Islam yang lain dalam kehidupan manusia. DR. Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya Tarbiyyatul Aulad Fil Islam merinci menjadi tujuh hal, yaitu memelihara kelangsungan jenis manusia, keturunan. keselamatan masyarakat dari kerusakan moral, keselamatan masyarakat dari penyakit, ketentraman jiwa, saling bahu membahu dalam membina keluarga dan mendidik anak serta menghaluskan rasa kebapakan dan keibuan.

Keempat, pernikahan merupakan batu bata pembangunan masyarakat. Karenanya pembangunan suatu masyarakat, bangsa dan negara tidak bisa dipisahkan dari pembangunan keluarga. Karena itu, Prof. DR. Nazaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam Depag menyatakan: “Dalam Al-Quran 80 persen ayat membicarakan tentang penguatan bangunan rumah tangga, hanya sebagian kecil yang membicarakan masalah penguatan negara, bangsa apalagi masyarakat, sebab keluarga adalah sendi dasar terciptanya masyarakat yang ideal, mana mungkin negara dibangun di atas bangunan keluarga yang berantakan.” ujarya.

Kelima, Islam adalah agama jihad, agama yang harus diperjuangkan dan ditegakkan. Pembentukan keluarga melalui pernikahan bisa menjadi sarana bagi upaya memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam, bahkan keluarga bisa memberi konstribusi yang besar dalam jihad, karena dorongan keluarga diakui sangat besar dalam perjuangan seorang mujahid.

Dengan demikian, keluarga memiliki kedudukan yang amat strategis, baik dalam konteks pembentukan sumber daya manusia, pembentukan masyarakat dan bangsa, maupun dalam membangun peradaban manusia dari berbagai sisi kehidupannya.

Minggu, 01 Agustus 2010

KEBODOHAN YANG YAKIN, MENGALAHKAN KEPANDAIAN YANG RAGU-RAGU

Banyak orang pandai dan terdidik, yang bekerja dan digaji oleh mereka yang sederhana pendidikannya.

Itu sebabnya, kita tidak boleh mengagung-agungkan gelar dan pengetahuan, jika itu semua hanya bicara dan jauh dari tindakan yang berani.

Bukan kurangnya pengetahuan - yang mengerdilkan kehidupan, tetapi kurangnya penggunaan dari pengetahuan.

KEBODOHAN YANG YAKIN, MENGALAHKAN KEPANDAIAN YANG RAGU-RAGU.


Mario Teguh

Whisper


ya Allah...
Aku memang bukan manusia yang tak pernah berbuat khilaf...
Tapi..
Aku juga bukan manusia yang tak menyadari khilaf..

Ya Allah...

Untuk hati-hati yg pernah terlukai karna khilafku..

Untuk hati-hati yg pernah tergores hingga tercengang olehku...

Tolong bahagiakan kembali hati-hati itu..

Aku yang saat ini baru pandai berpikir dan ber "rasa",,
menyadari.. Betapa.. Terlalunya !!


Tuhanku Yang Maha Segalanya...

Tolong bahagiakan.. Bahagiakan... Bahagiakan..

Karna hanya Engkaulah Yang Mampu Membahagiakan !!


Amiiiiin...


inspired by friends "Sunny" because we are both possessed the same story that happened.

Menjelang malam nisfu sya'ban

Riwayat dari Osman Bin Abi Al-As, Sabda Nabi Muhammad SAW " pada malam nisfu sya'aban setelah berlalu 1/3 malamnya, Allah turun ke langit dunia lalu berfirman " adakah orang-orang yang meminta maka Aku perkenankan permintannya, adakah orang yang meminta ampun maka aku ampunkannya, adakah orang yang bertaubat maka aku terima taubatnya dan diampunkan semua orang mukmin lelaki & perempuan , melainkan orang yang berzina atau orang yang berdendam marah hatinya kepada saudaranya sesama muslim "

Sebaik-baiknya minta ampun dengan ibu bapa sebelum hari nisfu sya'aban kerana amalan kita akan terhalang dari diangkat ke langit sekiranya kita durhaka/berdosa dengan ibu bapa kita.



" Petikan Doa Nisfu Sya'ban " ....



Ya Allah ...
Tuhanku pemilik nikmat, tiada yang bisa memberi nikmat kepadaMu.

Ya Allah ...
Pemilik kebesaran dan kemuliaan.

Ya Allah ...
Tuhanku pemilik kekayaan dan pemberi nikmat Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau. Engkaulah tempat bersandar , Engkaulah tempat berlindung dan kepada-Mu-lah tempat
yang aman bagi orang-orang yang ketakutan.

Ya Allah ... Tuhanku, sekiranya Engkau menulis dalam buku besar-Mu, bahwa orang yang tidak
berbahagia, yang sangat terbatas mendapat nikmat, yang dijauhkan dariMu, atau yang disempitkan dalam mendapatkan rezeki, maka aku memohon dengan karuniaMu, semoga Engkau pindahkan aku kedalam golongan orang-orang yang berbahagia, luas rezeki, serta diberi petunjuk pada kebajikan.

Sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam kitabMu yang telah diturunkan kepada Rasul-Mu, bahwa firmanMu benar, yang berbunyi : Allah mengubah dan menetapkan apa yang dikehendaki- Nya dan
pada-Nya sumber kitab.

Ya Allah ! Dengan Tajalli-Mu Yang Maha Besar, pada malan Nisfu Sya'ban yang mulia ini,
Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga dijauhkan dari bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui.

Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Aku selalu mengharap limpahan rahmat-Mu Ya Allah Yang Maha Pengasih; dan semoga salawat Allah selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan sahabatnya.

Kabulkanlah doa Kami.

Aminn ....

Akulah Penentu Kebesaran Hidupku Sendiri

Adikku,

Orang muda harus jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, patah hati sepatah-patahnya, tertawa marah sedih rajin dan malas segila-gilanya,

tetapi,
...
dia harus segera bangkit, mendewasa, berdiri gagah, dengan bekas-bekas luka yang indah di wajah dan dada,

dan dengan anggun dan berwibawa,
dia berkata

Dengan kewenangan yang diberikan oleh Tuhan kepadaku,
dengarlah

AKULAH PENENTU KEBESARAN HIDUPKU SENDIRI.

Mario Teguh

Ga ada yg salah saat ini, tp ..... Tetap saja :-(


Seharus na aQ sekarang ga ada di sini ..

Jika seharus aQ berada di sini ..

Seharus na aQ .. !!!!! ???? ..

Ya sudahlah ,, mungkin karena suasana hati kurang baik jadi na semua terasa kurang ..

Padahal "ga ada yang salah saat ini" karena semua wajar-wajar aja.



Sat, 24 July 2010